Kamis, 10 Oktober 2013
Sejarah Singkat Laksamana Cheng Ho.
Laksamana Cheng Ho Untuk mengenal lebih jauh tentang seorang pelaut
Muslim dari negeri cina yang
dalam sejarah Indonesia di kenal dengan nama
Laksamana Cheng Ho beliau adalah seorang
keturunan dari baginda Nabi Muhammad Rasulullah
Salalllahu Alaihi Wasallam, Laksamana Sam Po Kong dikenal dengan nama Zheng He, Cheng Ho, Sam Po
Toa Lang, Sam Po Thay Jien, Sam Po Thay Kam, dan
lain-lain. Laksamana Sam Po Kong berasal dari
bangsa Hui, salah satu bangsa minoritas Tionghoa.
Laksamana Cheng Ho adalah sosok bahariawan
muslim Tionghoa yang tangguh dan berjasa besar terhadap pembauran, penyebaran, serta
perkembangan Islam di Nusantara. Cheng Ho (1371
– 1435) adalah pria muslim keturunan Tionghoa,
berasal dari propinsi Yunnan di Asia Barat Daya. Ia
lahir dari keluarga muslim taat dan telah
menjalankan ibadah haji yang dikenal dengan haji Ma.
Konon, pada usia sekitar 10 tahun Cheng Ho
ditangkap oleh tentara Ming di Yunnan. Pangeran
dari Yen, Chung Ti, tertarik melihat Cheng Ho kecil
yang pintar, tampan, dan taat beribadah. Kemudian
ia dijadikan anak asuh. Cheng Ho tumbuh menjadi pemuda pemberani dan brilian. Di kemudian hari ia
memegang posisi penting sebagai Admiral Utama
dalam angkatan perang.
Pada saat kaisar Cheung Tsu berkuasa, Cheng Ho
diangkat menjadi admiral utama armada laut untuk
memimpin ekspedisi pertama ke laut selatan pada tahun 1406. Sebagai admiral, Cheng Ho telah tujuh
kali melakukan ekspedisi ke Asia Barat Daya dan
Asia Tenggara. Selama 28 tahun (1405 – 1433 M)
Cheng Ho telah melakukan pelayaran muhibah ke
berbagai penjuru dunia dengan memimpin kurang
lebih 208 kapal berukuran besar, menengah, dan kecil yang disertai dengan kurang lebih 27.800
awak kapal. Misi muhibah pelayaran yang
dilaksanakan oleh Laksamana Cheng Ho bukan
untuk melaksanakan ekspansi, melainkan
melaksanakan misi perdagangan, diplomatik,
perdamaian, dan persahabatan. Ini merupakan pelayaran yang menakjubkan, berbeda dengan
pengembaraan yang dilakukan oleh pelaut Barat
seperti Cristopherus Colombus, Vasco da Gamma,
atau pun Magelhaes.
Sebagai bahariawan besar sepanjang sejarah
pelayaran dunia, kurang lebih selama 28 tahun telah tercipta 24 peta navigasi yang berisi peta mengenai
geografi lautan. Selain itu, Cheng Ho sebagai muslim
Tiong Hoa, berperan penting dalam menyebarkan
agama Islam di Nusantara dan kawasan Asia
Tenggara.
Pada perjalanan pelayaran muhibah ke-7, Cheng Ho telah berhasil menjalankan misi kaisar Ming Ta’i-Teu
(berkuasa tahun 1368 – 1398), yaitu misi
melaksanakan ibadah haji bagi keluarga istana Ming
pada tahun 1432 – 1433. Misi ibadah haji ini sengaja
dirahasiakan karena pada saat itu, bagi keluarga
istana Ming menjalankan ibadah haji secara terbuka sama halnya dengan membuka selubung latar
belakang kesukuan dan agama.
Untuk mengesankan bahwa pelayaran haji ini tidak
ada hubungannya dengan keluarga istana, sengaja
diutus Hung Pao sebagai pimpinan rombongan.
Rombongan haji itu tidak diikuti oleh semua armada dalam rombongan ekspedisi ke-7. Rombongan haji
ini berangkat dari Calleut (kuli, kota kuno) di India
menuju Mekkah (Tien Fang).
Demikianlah misi perjuangan dan misi rahasia
menunaikan ibadah haji yang dijalankan Cheng Ho,
dan misi tersebut berhasil. Akan tetapi Cheng Ho merasa sedih karena tidak bisa bebas berlayar
menuju tanah leluhurnya, Mekkah, untuk beribadah
haji dan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.
Sebelumnya, pada ekspedisi ke-5, armada Cheng Ho
telah berhasil mencapai pantai timur Afrika dalam
waktu tiga tahun. Dalam kesempatan tersebut, armada Cheng Ho berkunjung ke kerajaan di
Semenanjung Arabiah dan menunaikan panggilan
Allah ke Mekkah.
Sejarah tentang perjalanan muhibah Cheng Ho,
hingga saat ini masih tetap diminati oleh berbagai
kalangan, baik kalangan masyarakat Indonesia pada umumnya, maupun masyarakat keturunan
Tionghoa. Chneg Ho telah menjadi duta pembauran
negeri Tiongkok untuk Indonesia yang diutus oleh
kaisar Dinasti Ming pada tahun Yong Le ke-3 (1405).
Dalam tujuh kali perjalanan muhibahnya ke
Indonesia, Laksamana Cheng Ho berkunjung ke Sumatera dan Pulau Jawa sebanyak enam kali.
Kunjungan pertama adalah ke Jawa, Samudera Pasai,
Lamrbi (Aceh Raya), dan Palembang. Sebagian besar
daerah yang pernah dikunjungi Cheng Ho menjadi
pusat dagang dan dakwah, diantaranya Palembang,
Aceh, Batak, Pulau Gresik, Semarang (di sekitar Gedong Batu), Surabaya, Mojokerto, Sunda Kelapa,
Ancol, dan lain-lain. Gerakan dakwah pada masa itu
telah mendorong kemajuan usaha perdagangan dan
perekonomian di Indonesia.
Dalam perjalanan muhibahnya, setiap kali singgah di
suatu daerah ia banyak menciptakan pembauran melalui bidang perdagangan, pertanian, dan
peternakan.
Misi muhibah yang dilakukan Cheng Ho memberikan
mamfaat yang besar bagi negeri yang
dikunjunginya. Silsilah lengkap Laksamana Cheng Ho (di Tulis dalam
bahasa Cina ): Cheng Ho (Zheng He, Ma He, Ma Sanbao atau Haji
Mahmud Shams 1371–1433) bin
Mi-Li-Jin (Ma Ha Zhi ) bin
Mi-Di-Na (Haji) bin
Bai-Yan bin
Na-Su-La-Ding bin Sau-Dian-Chi (Sayyid Syamsuddin atau Sayyid Ajall
(Raja Bukhara)) bin
Ma-Ha-Mu-Ke-Ma-Nai-Ding bin
Ka-Ma-Ding-Yu-Su-Pu bin
Su-Sha-Lu-Gu-Chong-Yue bin
Sai-Yan-Su-Lai-Chong-Na bin Sou-Fei-Er (Sayid Syafi'i) bin
An-Du-Er-Yi bin
Zhe-Ma-Nai-Ding bin
Cha-Fa-Er bin
Wu-Ma-Er bin
Wu-Ma-Nai-Ding bin Gu-Bu-Ding bin
Ha-San bin
Yi-Si-Ma-Xin bin
Mu-Ba-Er-Sha bin
Lu-Er-Ding bin
Ya-Xin bin Mu-Lu-Ye-Mi bin She-Li-Ma bin
Li-Sha-Shi bin
E-Ha-Mo-De bin
Ye-Ha-Ya bin
E-Le-Ho-Sai-Ni bin
Xie-Xin bin Yi-Si-Ma-Ai-Le bin
Yi-Bu-Lai-Xi-Mo (Ali Zainal Abidin) bin
Hou Sai-Ni (Sayyidina Hussain) bin Sayyidina Ali
Karamallahu Wajhah yang menikah dengan
Sayyidatina Fatimah binti Rasulullah Salallahu Alaihi
Wasallam. *kutipan dari buku "Ahlul Bait Rasulullah SAW &
Kesultanan Melayu" Dari silsilah ini diketahui bahwa Laksamana Cheng
Ho memang seorang muslim keturunan Rasulullah
Salallahu Alayhi Wasalllam. Moyang Laksamana Cheng Ho adalah Sayyid
Syamsuddin, putera Sultan Bukhara yang dikalahkan
Ghenghiz Khan. Sayid Syamsuddin jadi tawanan di
Peking (Beijing). Karena akhlaknya yang mulia,
beliau bukan saja dibebaskan, tapi malah diangkat
jadi Penolong Menteri di Yunnan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar